Akhirnya, waktu yang LeeYunRain tunggu-tunggu pun tiba. Dapet iPhone 3Gs? Atau PS3 baru bundle MGS4? Sayang, bukan keduanya. Tapi, setidaknya rilis game yang satu ini sendiri sudah cukup saya tunggu-tunggu semenjak detil perdananya diperlihatkan pada tahun 2008 lalu. Game terbaru Batman ini (syukurnya) memang bukanlah adaptasi dari The Dark Knight yang tayang pada tahun lalu, namun ternyata game ini mampu menghadirkan pengalaman bermain yang cukup sesuai dengan ekspektasi saya ketika melihat teaser awal dari game ini. Memangnya ada apa aja sih yang dipunyai game ini? Tidak hanya disebut-sebut menampilkan gameplay dengan elemen stealth di dalamnya, Batman: Arkham Asylum juga sempat dinyatakan akan menghadirkan aksi investigasi layaknya Batman sebagai “detektif terhebat DC Comics”. Kayak gimana pula itu? So, sebelum LYR bikin gamers lebih penasaran lagi dengan game ini, silahkan disimak review-nya, gan…
Gameplay 9,5
Sebelum kita masuk pada bagian yang membahas tuntas soal gameplay dari game ini, seperti biasanya, LYR terlebih dahulu ceritakan sedikit yang menjadi latar dari Batman: Arkham Asylum ini. Bagian pembuka dari game ini diawali dengan Batman yang telah menangkap Joker dan tengah menggiringnya di Arkham Asylum. Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui, Arkham Asylum ini sendiri merupakan “rumah” bagi para penjahat mulai dari kelas teri sampai kelas kakap, yang dianggap mengalami gangguan kejiwaan. Keberhasilan Batman dalam meringkus Joker kali ini ternyata memang bisa dibilang cukup menimbulkan kejanggalan, dan kecurigaan Batman pun benar adanya. Joker berhasil melumpuhkan petugas yang mengawalnya, dan ternyata penangkapan tersebut memang sudah ia rencanakan dari awal. Joker yang lepas, dengan dibantu oleh Harley Quinn, lalu membuat kekacauan dengan melepaskan seluruh tahanan di dalam Arkham Asylum, yang tentunya juga menyertakan sejumlah musuh bebuyutan yang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar cerita manusia kelelawar. Jadi, sebelum kamu sempat berduel langsung dengan Joker yang menjadi sumber dari permasalahan ini, kamu harus membereskan terlebih dahulu Victor Zsasz, Scarecrow, Bane, Harley Quinn, Killer Croc, dan juga Poison Ivy. Kurang lebih begitulah yang menjadi inti cerita dari Batman: Arkham Asylum ini. Namun tidak sesederhana itu, seiring dengan petualangan kamu di dalamnya, cerita yang ada berkembang dengan sangat baik dan tidak membosankan. Pertemuan Batman dengan sejumlah “musuh akrabnya” benar-benar diceritakan dengan sangat baik oleh Paul Dini yang juga merupakan penulis dari Batman: The Animated Series. Dari segi ceritanya, pertemuan kembali Batman dan Joker kali ini tentu memiliki nilai istimewa tersendiri bagi para fans, yang pastinya juga terkesan menarik bagi para gamers lainnya.
Kemasan cerita yang menarik memang bukanlah satu-satunya nilai plus dari Batman: Arkham Asylum. Apa jadinya kalau cerita yang sekeren itu disia-siakan hanya dengan gameplay ala game action superhero pada umumnya yang sudah terkesan basi atau ketinggalan? Jangan khawatir, game ini akan menyuguhkan hidangan gameplay paling lezat dari seluruh game Batman yang pernah ada, atau bahkan dari game-game superhero lainnya yang sudah-sudah. Gameplay dari game ini merupakan suatu gameplay yang paling terkesan hidup dan menjiwai karakteristik Batman. Yang saya maksudkan disini adalah bahwa sebagian besar dari apa yang mungkin pernah kamu imajinasikan sebagai Batman, dapat kamu lihat disini. Seperti halnya beberapa game superhero sebelumnya yang telah menghadirkan mekanisme open world atau free roam di dalamnya, di game ini Batman pun bebas untuk menjelajahi bagian-bagian dari Arkham Asylum yang kelam dengan segala ancamannya dalam tampilan third-person. Seiring dengan petualangan kamu yang makin jauh, akses kamu di dalam tempat ini pun pada nantinya akan semakin luas dengan dukungan dari sejumlah gadget yang bisa kamu temukan. Misalnya, explosive gel untuk meledakkan sejumlah tembok khusus yang dapat dihancurkan, cryptographic sequencer untuk menonaktifkan sistem keamanan pada pintu khusus, atau line launcher untuk menyeberangi tempat-tempat yang sulit dijangkau. Menggunakan peralatan-peralatan mutakhir tersebut tentunya merupakan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh seorang Batman.
Mekanisme pertarungan juga merupakan salah satu hal yang wajib untuk diperhatikan pada setiap game superhero. Dan mekanisme pertarungan pada game ini pun memiliki keistimewaannya sendiri. Sistem pertarungan ini disebut dengan freeflow combat, suatu fitur khusus yang memungkinkan kamu untuk melancarkan serentetan combo pada gerombolan musuh yang mengepung kamu dengan leluasa dan tanpa henti. Bisa dibilang seperti itu karena pergerakan targeting musuh di game ini dapat bergerak secara otomatis langsung menuju arah musuh yang kamu inginkan dengan serangan combo yang terus-menerus mengalir tanpa terputus. Tombol X bisa kamu tekan terus-menerus untuk menghasilkan combo sebanyak mungkin dengan tombol A yang bisa kamu manfaatkan untuk menghindar dari serangan. Di dalam pertarungan, kamu juga bisa melakukan counter dengan menekan tombol Y pada saat peringatan ala “spider-sense” muncul di kepala Batman. Selain ketiga tombol tersebut, tombol B juga merupakan salah satu tombol yang juga bisa kamu gunakan dalam pertarungan untuk melakukan stun. Dan tidak hanya sekedar itu saja, fitur pengembangan karakter juga dapat kamu temukan pada game ini. Sejumlah XP yang kamu peroleh bisa kamu alokasikan untuk memperlengkapi Batman dengan kekuatan serta kemampuan yang baru, di antaranya ada combo tambahan, upgrade armor, upgrade batarang, dan lain sebagainya. Sudah sampai disini? Sudah pasti belum, mekanisme pertarungan di dalam game ini memiliki nilai yang lebih dari sekedar meniru CQC (close quarters combat) khas Solid Snake atau gaya bertarung Jet Li dalam Rise to Honor.
Meskipun mekanisme pertarungan dengan tangan kosong ala Batman merupakan sesuatu yang digarap dengan cukup dalam, hal tersebut terbukti bukanlah yang utama. Batman berbeda dengan Superman yang tahan peluru dan memiliki beragam kemampuan super. Dibandingkan dengan Superman, Batman hanyalah Bruce Wayne yang terlahir sebagai manusia biasa, namun dengan segudang kelebihan yang tidak dimiliki manusia pada umumnya dan salah satunya adalah keunggulan dari segi intelejensi. Melumpuhkan segerombolan penjahat bersenjata dalam suatu ruangan tertutup tentunya membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar kekuatan fisik, dan stealth action merupakan salah satunya. Di dalam game ini, fitur stealth memiliki peranan yang cukup besar. Kamu bisa mengendap-endap lalu melumpuhkan musuh secara diam-diam, bersembunyi di kegelapan sambil

waktu yang tepat untuk melancarkan glide kick, menarik musuh dari atas patung gargoyle, atau melakukan hal-hal lain yang bisa membuat para musuh merasa stress dengan keberadaan Batman yang misterius. Musuh yang ada cenderung menyerang kamu secara bergerombolan, dan hal ini seringkali terkesan cukup merepotkan. Jadi, ada kalanya kamu juga perlu

sebelum menghajar para penjahat.
Satu hal yang kiranya juga membuat game ini tidak layak untuk dilewatkan oleh para gamers adalah dengan adanya fitur investigative. Menekan tombol LB akan mengaktifkan investigate mode dimana penglihatan kamu akan berubah menjadi tampilan penglihatan x-ray dan kamu dapat melihat sejumlah point of interest yang berguna bagi kamu serta mengidentifikasi sejumlah obyek tertentu. Misalnya, kamu dapat mengejar jejak Commissioner Gordon yang diculik dari rokok yang ia jatuhkan atau pada suatu bagian dalam menemukan lokasi selanjutnya dengan menggunakan DNA Harley Quinn sebagai petunjuk. Fitur ini merupakan fitur khusus yang benar-benar segar, unik, serta menghidupkan kesan Batman sebagai seorang detektif yang membutuhkan analisa dan investigasi dalam aksi-aksinya. Dibandingkan aksi baku-hantamnya, fitur stealth dan investigative ini merupakan kedua hal yang lebih terkesan ditekankan di dalam game ini. Gameplay yang seperti ini tentunya merupakan sesuatu yang belum kamu temui di game-game superhero sebelumnya. Nice, Rocksteady!!